
Kab.Kediri (MAN 3) – Pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri tetap istiqomah mengikuti kegiatan kajian rutin ngaji bareng di Aula Al-Ikhlas pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan pencerahan spiritual ini menghadirkan penceramah Gus Imam Baihaqi dengan didampingi oleh Ustadz Saiful Anam, serta dihadiri secara khidmat oleh seluruh jajaran civitas akademika madrasah. Majelis ilmu yang dilaksanakan secara berkala ini menjadi sarana penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritualitas, mempererat tali silaturahmi, serta membina adab dan etika bermasyarakat bagi para pendidik di lingkungan madrasah.

Kajian rutin kali ini mengupas tuntas kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali mengenai adab pergaulan dan tata cara memilih sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tausiyahnya, Gus Imam Baihaqi memaparkan pentingnya memperhatikan lima syarat utama dalam memilih teman, yaitu berakal sehat, berbudi pekerti luhur, taat beribadah, tidak terobsesi pada kesenangan duniawi agar tidak merusak tabiat, serta senantiasa berlaku shiddiq atau jujur dalam perkataan. Lebih lanjut, beliau merinci tiga tingkatan pergaulan menurut ajaran kitab tersebut, yakni saudara akhirat yang dinilai dari kedalaman agamanya, saudara duniawi atau rekan bisnis yang dituntut memiliki akhlak mulia, serta teman bergaul biasa yang cukup dipastikan aman dari potensi fitnah maupun kejahatannya.

Kehadiran majelis ilmu ini mendapat apresiasi penuh dari pimpinan madrasah untuk terus menjaga keteladanan para pendidik. Dalam sambutannya di hadapan para peserta kajian, Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, menyampaikan penegasan mengenai pentingnya konsistensi dalam menimba ilmu. “Kajian rutin bersama Gus Imam Baihaqi ini merupakan benteng spiritual bagi kita semua, sehingga melalui pemahaman adab pergaulan dan sifat zuhud yang disampaikan, pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri senantiasa mampu memberikan teladan akhlak mulia bagi seluruh peserta didik,” tegas Jamiluddin.

Sesi pengajian berlangsung interaktif dan khusyuk saat Gus Imam Baihaqi menjelaskan konsep zuhud dan uzlah sebagai kunci ketenangan hati dan keselamatan diri dari fitnah duniawi. Para peserta menyimak dengan tekun setiap poin tausiyah yang memberikan panduan praktis dalam menata pola interaksi sosial, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat luas. Pencerahan keagamaan tersebut diharapkan dapat membentengi para pendidik dari pengaruh negatif pergaulan serta meningkatkan kualitas ibadah harian secara berkelanjutan.
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah suksesnya MAN 3 Kediri dalam menjaga konsistensi pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan melalui kajian rutin Jumat. Melalui pemaparan materi adab pergaulan dari Gus Imam Baihaqi serta penguatan motivasi dari Kepala Madrasah Jamiluddin, kegiatan ini berhasil memperkokoh pemahaman keagamaan dan pembentukan karakter insan madrasah yang berakhlakul karimah. (Humas)