info@man3kediri.sch.id

Pahami Adab Memilih Sahabat, Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 3 Kediri Ikuti Kajian Gus Imam

Pahami Adab Memilih Sahabat, Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 3 Kediri Ikuti Kajian Gus Imam

Kab.Kediri (MAN 3) – Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri tetap istiqomah meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan melalui kegiatan pengajian rutin kitab Bidayatul Hidayah bersama Pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah Kebondalem Kandangan, Gus Imam Baihaqi. Majelis ilmu yang bertempat di Aula Al-Ikhlas ini diselenggarakan pada Jumat (16/10/2026) pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kajian tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, sebagai bentuk komitmen madrasah dalam memperkuat pembinaan karakter dan mental spiritual seluruh civitas akademika secara berkelanjutan.

Kegiatan pengajian ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang mengupas tuntas kriteria dan adab memilih teman yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan diawali dengan penekanan pentingnya memperhatikan budi pekerti yang baik pada diri seorang sahabat, sebagaimana pesan wasiat Kyai Alqamah menjelang wafatnya kepada sang putra. Wasiat luhur tersebut mengajarkan agar bersahabat dengan orang yang mau menghiasi diri kita, menolong serta membiayai saat rezeki surut, membalas kebaikan dengan melapangkan tangan, mau menghargai kebaikan, mendengarkan saat kita berbicara, membantu menyelesaikan urusan, serta bersikap mengalah saat ada perselisihan.

Dalam tausiyahnya, Gus Imam Baihaqi menguraikan nasihat penting dari Sayyidina Ali R.A. serta syarat kesalehan dalam memilih lingkungan pertemanan. “Saudaramu yang sebenarnya adalah orang yang selalu menolongmu di waktu senang dan susah, sanggup berkorban serta merugikan dirinya sendiri demi kemanfaatan dirimu; selain itu, carilah teman dengan melihat kesalehannya dan jangan berteman dengan orang fasik yang tidak takut kepada Allah SWT karena pendiriannya tidak tetap, mudah berubah sewaktu-waktu, serta dapat merugikan kita saat kepepet,” tegas Gus Imam. Gus Iman juga mengingatkan agar menjaga hati dari terbiasa melihat kemaksiatan agar tidak kehilangan rasa benci terhadap perbuatan dosa.

Materi pengajian ini memberikan pencerahan mendalam bagi para pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri dalam menyaring relasi sosial serta membimbing para siswa di madrasah. Dengan memahami pentingnya menghindari teman yang fasik, tamak dunia, maupun penakut, civitas akademika diajak untuk senantiasa mendekatkan diri kepada lingkungan pergaulan yang mendatangkan ketenangan dan ketaatan kepada Allah SWT. Pemahaman ini menjadi modal berharga bagi guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai Karakter Berbasis Cinta (KBC) dan panca cinta dalam kehidupan sekolah.

Kesimpulan dari kegiatan pengajian pagi ini adalah suksesnya MAN 3 Kediri dalam menjaga keistiqomahan pembinaan rohani bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan sebelum memulai aktivitas pembelajaran. Melalui pembukaan oleh Kepala Madrasah serta tausiyah berharga dari Gus Imam Baihaqi mengenai adab memilih sahabat yang berbudi pekerti luhur dan saleh, majelis ini berhasil memperkuat fondasi moral warga MAN 3 Kediri dalam membangun lingkungan madrasah yang berakhlakul karimah. (Humas)