Kab. Kediri (MAN 3) – Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 Kediri kembali menunjukkan komitmen keagamaannya dengan istiqomah mengikuti kegiatan pengajian rutin bersama pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah Kebondalem Kandangan, Gus Imam Baihaqi, pada Jumat (9/10). Kegiatan pembinaan mental spiritual yang penuh khidmat ini diselenggarakan di lingkungan madrasah sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat adab pergaulan sehari-hari. Seluruh warga madrasah hadir dengan penuh antusias untuk menyimak kajian kitab kuning yang sarat akan nilai-nilai luhur kehidupan.
Acara pembinaan dan ngaji bareng ini dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin. Dalam sambutannya, ia menekankan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar mengikuti rangkaian majelis ilmu ini dengan seksama guna menyerap ilmu yang bermanfaat bagi pengembangan diri maupun pembinaan peserta didik di madrasah. Kehadiran pimpinan madrasah ini menegaskan pentingnya kesinambungan antara profesionalisme kerja dan pembentukan karakter religius bagi seluruh aparatur di lingkungan MAN 3 Kediri.
Dalam sesi inti pengajian, Gus Imam Baihaqi menyampaikan tausiyah mendalam mengenai adab bergaul dengan manusia serta tata cara memilih sahabat berdasarkan kitab bidayatul hidayah. “Adab berinteraksi dengan orang yang bodoh mencakup lima hal: jangan ikut percakapan kosong mereka, jangan dengar perkataan jahat mereka, segera hilangkan ucapan jelek mereka, hindari terlalu sering berjumpa atau berhajat kepada mereka, serta berikan teguran dan nasihat dengan cara yang lemah lembut jika mereka bersedia menerimanya; sementara dalam memilih sahabat, kita harus memperhatikan dua perkara utama yaitu cara memilih sahabat yang berakal serta memiliki akhlak yang baik agar tidak membawa kemudaratan.”
Kajian interaktif ini juga menguraikan bahwa seseorang akan dinilai dari tingkatan sahabat yang ia ajak berjalan, ibarat dua bilah sandal yang berjejer serasi. Berteman dengan orang yang akalnya rusak hanya akan mendatangkan kegelisahan dan permusuhan, sebaliknya, sahabat yang berakal dan berbudi pekerti luhur akan mendatangkan keselamatan serta banyak manfaat. Pemaparan ini memberikan pencerahan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya selektif dalam membangun relasi sosial yang sehat dan konstruktif.
Kesimpulan dari kegiatan ngaji bareng ini adalah suksesnya MAN 3 Kediri dalam menjaga keistiqomahan pembinaan mental spiritual bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui arahan Kepala Madrasah serta tausiyah berharga dari Gus Imam Baihaqi mengenai adab pergaulan dan pemilihan sahabat yang saleh, kegiatan ini berhasil memperkuat kualitas moral serta kebersamaan sivitas akademika MAN 3 Kediri. (Humas)




