info@man3kediri.sch.id

MAN 3 Kediri Ngaji Bareng Gus Imam: Kuatkan Adab dan Keteladanan Pendidik

MAN 3 Kediri Ngaji Bareng Gus Imam: Kuatkan Adab dan Keteladanan Pendidik

Kab. Kediri (MAN 3) – Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri mengikuti kegiatan ngaji bareng bersama Pengasuh Pondok Pesantren Mahatut Tholabah Kebondalem, Gus Imam Baihaqi, pada Jumat (18/9) di Aula Al Ikhlas. Acara ini diselenggarakan untuk memperdalam nilai-nilai spiritual serta memperkuat pembentukan karakter para pendidik di lingkungan madrasah.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, yang dalam sambutannya ia memberikan motivasi kepada seluruh hadirin agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berpesan agar momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri demi meningkatkan kualitas pengabdian kepada para peserta didik. “Silahkan diikuti kegiatan ini dengan baik semoga menjadikan kita lebih baik lagi,” ujar Jamiluddin saat membuka acara tersebut.

Memasuki inti acara, Gus Imam Baihaqi menyampaikan tausiyah mendalam dengan menegaskan, “Pembahasan berikut merupakan adab bagi seorang pendidik sebagai syiar nyata dalam kehidupan sehari-hari, adab itu bagusnya untuk waktu malam maupun siang, makhluk akan pisah pada sebagian waktu.” Ia kemudian memaparkan enam poin utama bagi orang alim, meliputi sikap sabar dalam menghadapi berbagai watak murid, menghadapi segala perkara dengan pelan-pelan, menjaga ketenangan, memiliki sifat rendah hati, sopan dan santun (andap asor), menundukkan kepala (ndingklukaken mustoko), hingga meninggalkan kesombongan terhadap sesama manusia. Di samping itu, Ia juga mengingatkan agar seorang pendidik senantiasa memiliki sifat welas asih, sabar menghadapi murid yang belum pintar atau kendo, tidak malu mengakui ketidaktahuan, serta selalu mendahulukan keikhlasan karena Allah Ta’ala dalam mengajarkan ilmu.

Lebih lanjut, pengasuh pondok pesantren tersebut juga mengingatkan para pendidik untuk senantiasa menghiasi diri dengan ketakwaan yang nyata sebelum memerintahkan kebaikan kepada orang lain. Menurutnya, mutaalim atau murid tidak akan mudah mengikuti ucapan seorang pendidik yang memerintahkan kebaikan, seperti mengajak berjamaah, apabila pendidik tersebut belum melaksanakannya sendiri dalam keseharian. Oleh karena itu, keteladanan yang bersumber dari ketakwaan pendidik menjadi kunci utama agar nasihat dan ilmu yang disampaikan dapat meresap serta diikuti dengan baik oleh para murid.

Kesimpulan dari kegiatan ngaji bareng ini menegaskan bahwa adab, kesabaran, dan keteladanan ketakwaan merupakan fondasi mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pendidik dalam menjalankan tugas mulianya. Dengan mengamalkan ajaran moral serta keikhlasan yang disampaikan oleh Gus Imam Baihaqi, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Kediri diharapkan mampu menjadi teladan paripurna. Langkah ini diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas profesionalisme guru, tetapi juga membawa keberkahan serta kemajuan bagi institusi madrasah ke depannya.(Humas)