
Kab.Kediri (MAN 3) – Seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta ratusan siswa kelas X, XI, dan XII MAN 3 Kediri mengikuti upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada Rabu (23/7). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan MAN 3 Kediri dengan mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Upacara ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga madrasah untuk merefleksikan kembali pemenuhan hak-hak anak dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif.

Pelaksanaan upacara berjalan dengan sangat tertib berkat dedikasi para pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIMA) yang bertindak sebagai petugas upacara. Kehadiran seluruh civitas akademika ini menegaskan sinergi yang kuat antara guru dan murid demi menyukseskan agenda nasional tersebut.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, bertindak langsung sebagai pembina upacara dan memberikan atensi khusus pada perlindungan hak generasi muda. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya peran madrasah dan keluarga sebagai benteng utama dalam menjaga masa depan anak-anak dari berbagai ancaman modern. Kehadirannya di mimbar upacara sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi para murid untuk terus berprestasi.

Dalam kesempatan tersebut, Jamiluddin membacakan pesan resmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sekaligus memberikan arahan tegas kepada para peserta upacara. “Anak-anak adalah aset termahal bangsa yang harus kita jaga bersama. Kita wajib menciptakan lingkungan madrasah yang bebas dari perundungan dan kekerasan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi emas yang berintegritas,” tegas Jamiluddin dalam amanatnya di depan seluruh peserta.

Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan masa depan anak-anak Indonesia, khususnya para siswa MAN 3 Kediri. Melalui momentum HAN ini, MAN 3 Kediri berkomitmen penuh untuk terus menyelaraskan program pendidikan dengan pemenuhan hak anak, baik di bidang akademik maupun pembentukan karakter. Pihak madrasah berharap semangat “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” ini tidak hanya menjadi jargon upacara, melainkan landasan sikap dalam interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah.(Humas)