
Kab. Kediri (MAN 3) — Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri turut ambil bagian secara aktif dalam menyambut dan mengarahkan presensi kehadiran wali murid kelas XI pada hari kedua acara Parenting Islami, Kamis (9/7). Kehadiran DWP di Aula Bawah MAN 3 Kediri ini memberikan nuansa kehangatan tersendiri dalam menyukseskan agenda yang mengusung tema “Sinergi Rumah dan Madrasah Mewujudkan Generasi Islami 3 KBC: Kreatif, Berkarakter, Cerdas Digital”. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata komitmen DWP dalam mendukung langkah strategis madrasah menyelaraskan visi pendidikan demi mencetak generasi yang tangguh secara iman dan teknologi menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.

Sinergi yang dibangun antara pihak madrasah, orang tua, dan pengurus DWP ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengawal masa depan moral serta akademik para siswa. Salah satu perwakilan DWP MAN 3 Kediri, Ny. Eti Kusuma Dewi, memberikan apresiasi atas tingginya antusiasme wali murid yang hadir memenuhi Aula sejak pagi hari.

“Alhamdulillah, parenting islami ini sangat bermanfaat untuk menjalin silaturahim antara madrasah dan wali murid. Kita sama-sama bertanggung jawab mendidik murid supaya sukses dunia akhirat dari sinergi rumah dan madrasah,” ungkap Ny. Eti Kusuma Dewi di sela-sela kegiatan.

Sebelum memasuki acara inti, suasana khusyuk menyelimuti seluruh hadirin melalui serangkaian kegiatan spiritual bersama yang dipandu oleh para tokoh madrasah. Acara religius ini diawali dengan istighosah bersama yang dipimpin oleh Ustadz Saiful Anam, dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab oleh MC yang juga anggota DWP, Ny. Eko Sri Astutik, dan dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an secara syahdu oleh Alea Ramadhina, siswi kelas XI D. Kehadiran iklim spiritual di awal acara ini ditujukan untuk menata hati serta memohon keberkahan menjelang penyampaian informasi pendidikan.

Kepala MAN 3 Kediri yang sekaligus pembina DWP, Jamiluddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental, kelurusan niat, serta keikhlasan orang tua dalam membimbing anak menghadapi tantangan zaman, terutama pengaruh gawai di era digital.

“Menghadapi dan menyiapkan sejak awal tahun ajaran baru 2026/2027 ini, mari kita mulai dan kita tata. Bagi siswa niat harus ditata, kalian lebih dewasa, sudah saatnya berpikir terus ke depan, setelah dari MAN mau ke mana. Untuk wali murid tidak hanya niat, dalam membimbing harus ikhlas, misalnya saat mengantar atau menyiapkan bekal, InsyaAllah hasilnya nanti alhamdulillah. Parenting ini diadakan karena saat ini tidak hanya pelajaran yang dihadapi, tapi soal HP. Jangan lupa jaga sholat, jaga akhlak, gunakan medsos dengan baik, dan fokuslah belajar karena akan mengikuti Asesmen Nasional,” tegas Jamiluddin seraya meminta dukungan penuh terhadap program 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia.
Acara kemudian mencapai puncaknya pada sesi tausiyah interaktif bersama KH. Syamsul Abadi yang mengupas tuntas pentingnya adab dan keteladanan bahasa krama inggil ibu sebagai madrasah pertama anak di rumah. Suasana semakin semarak melalui berbagai simulasi langsung di atas panggung yang melibatkan siswa dan wali murid, mulai dari contoh adab sahabat Nabi, percakapan fasih berbahasa Arab, hingga tantangan hafalan doa instan. Kekaguman sang kiai yang melontarkan pujian “MAN 3 Kediri sungguh luar biasa” diiringi pembagian reward menjadi penutup manis sebelum seluruh rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama yang khidmat. (Humas)