
Kab. Kediri (MAN 3)- MAN 3 Kediri resmi membuka rapat kerja dan evaluasi tahun ajaran 2026/2027 yang diikuti oleh 47 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kegiatan yang berlangsung mulai Kamis (2/7) hingga Sabtu (4/7) ini bertempat di Aula Al Ikhlas. Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran komite madrasah serta Pengawas Madrasah Aliyah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Hj. Yaqutatun Hamroh, guna merumuskan program strategis MAN 3 ke depan.

Pengawas Madrasah Aliyah Kabupaten Kediri memberikan arahan sekaligus membuka jalannya rapat kerja secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya evaluasi berkala sebagai pijakan utama dalam mengukur ketercapaian target instansi. “Dalam mewujudkan visi dan misi Madrasah, kita mengadakan evaluasi sangat penting, harus ikhlas panjenengan orang-orang terpilih. Karena evaluasi menentukan arah tujuan kita,” ujar Hj. Yaqutatun Hamroh di hadapan seluruh peserta.

Implementasi Kurikulum Berbasis Karakter (KBC) menjadi salah satu fokus utama yang ditekankan pengawas dalam arahannya. Ia menjelaskan bahwa kurikulum yang dicetuskan oleh Menteri Agama ini dirancang untuk membawa dampak nyata pada ekosistem belajar siswa. “Saya selaku pengawas madrasah aliyah kabupaten kediri khususnya tentang kegiatan pembelajaran di MAN 3, terkait KBC ini, pencetusnya menteri agama kita yang diinginkan belia, bahwa dengan KBC, kita harapkan berdampak, ada akarnya semisal dengan KBC tidak terjadi *bullying*, siswa lebih nyaman dalam belajar,” tambahnya mengenai pentingnya lingkungan ramah dan penuh kasih sayang.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, memberikan pengarahan inti setelah sambutan hangat dan doa penutup dari Ketua Komite, H. Choirul Umam, serta jeda *coffee break*. Kepala Madrasah instruksikan setiap lini untuk bergerak aktif dan kolaboratif dalam menyusun rencana kerja yang realistis. “Silahkan memaparkan program kerja masing-masing bidang, monggo didiskusikan antara koordinator bersama anggotanya. Semoga menghasilkan program kerja yang bisa dilaksanakan untuk madrasah kita satu tahun ke depan,” tegas Jamiluddin.

Pemaparan program kerja dari sepuluh bidang madrasah berjalan interaktif dengan mengacu penuh pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Secara berurutan, bidang kesiswaan, humas, sarpras, administrasi, keterampilan, pengembang mutu, ma’had, BK, kurikulum, hingga anggaran membedah sasaran kegiatan, volume, satuan nominal, rincian anggaran, dan lini masa pelaksanaan. Sesi ini kemudian diakhiri dengan tanya jawab serta pemantapan materi oleh Kepala Madrasah untuk memastikan kesiapan eksekusi program.(Humas)