info@man3kediri.sch.id

Sinergi Nasionalisme, DWP MAN 3 Kediri Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila

Sinergi Nasionalisme, DWP MAN 3 Kediri Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila

Kab. Kediri (MAN 3) – Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri turut ambil bagian secara aktif dalam upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila Senin (1/6) di lapangan utama madrasah. Kehadiran ibu-ibu DWP dengan seragam khasnya memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat barisan bersama kepala tata usaha, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa-siswi.

Peringatan tahun ini mengusung tema besar “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang diimplementasikan nyata lewat kekompakan keluarga besar madrasah, termasuk unsur DWP. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Tata Usaha MAN 3 Kediri, Hudi Santosa, menyampaikan amanat penting mengenai peran strategis lingkungan pendidikan dan keluarga dalam menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus mengakar kuat di dalam rumah tangga maupun madrasah guna membentengi generasi muda dari degradasi moral di era global.

Momen historis perumusan dasar negara menjadi benang merah dalam pidato yang disampaikan oleh pembina upacara di hadapan para peserta dan anggota DWP. Hudi Santosa mengajak audiens kilas balik ke masa sidang BPUPKI saat Sukarno mencetuskan gagasan lima dasar negara tersebut. “Sejarah mencatat bahwa Pancasila lahir dari kedalaman pemikiran para pendiri bangsa yang berhasil menyatukan keberagaman kita, sehingga tugas kita sekarang adalah merawat warisan berharga ini dalam tindakan nyata sehari-hari,” tegasnya.

Selain mengupas sejarah, pembina upacara juga membacakan ringkasan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Pesan terpusat tersebut berisi ajakan konkret kepada seluruh elemen madrasah dan organisasi mitra seperti DWP untuk membumikan Pancasila lewat pendekatan yang relevan bagi generasi Z dan Alfa. Melalui amanat tersebut, ditegaskan bahwa Pancasila wajib menjadi kompas moral dalam mewujudkan keadilan sosial serta menjaga perdamaian, baik di ranah domestik maupun dunia.

Kelancaran upacara yang diikuti dengan khusyuk oleh jajaran DWP dan civitas akademika ini ditopang penuh oleh kedisplinan para petugas dari unsur siswa. Adapun susunan petugas upacara terdiri dari Fanza Isma Aprilia (X-D) sebagai protokol, Ibra Alifian Ramadhan (X-B) sebagai pemimpin upacara, serta Vinka Ayu Wulandari (X-H), Dendyputra Widarma (X-G), dan Anisa Lutfiah (X-J) sebagai pemimpin pleton. Posisi ajudan dipercayakan kepada Revika Adelia (X-I), Giraldin Julian (X-J) bertindak sebagai perwira upacara, dan pembacaan doa yang berlangsung syahdu dipimpin oleh Cindy Fatikhah Sari (X-I). (Humas)