info@man3kediri.sch.id

Dongkolan Kepala MTsN se-Wilker Kediri Gelar Silaturahmi dan Temu Kangen

Dongkolan Kepala MTsN se-Wilker Kediri Gelar Silaturahmi dan Temu Kangen

Kab. Kediri (MAN 3) – Suasana kekeluargaan menyelimuti kegiatan Dongkolan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se-Wilayah Kerja (Wilker) Kediri yang diselenggarakan di RM Kayu Manis pada Kamis (14/5). Ajang silaturahmi dan temu kangen ini menjadi wadah reuni sekaligus ruang koordinasi strategis bagi para mantan kepala madrasah di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kankemenag) Wilker Kediri. Melalui pertemuan ini, hubungan emosional dan profesional antar-pimpinan madrasah tetap terjaga meskipun sudah tidak menjabat secara struktural.

Dongkolan yang bermakna “berkumpul santai” ini dihadiri oleh 82 Dongkolan Kepala MTsN se-Wilker Kediri beserta istri, serta dihadiri tokoh penting sebagai bentuk dukungan moral. Turut hadir Kabid PAIS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Bapak Amak Burhanudin, yang juga pernah menjabat sebagai kepala madrasah, bertindak sebagai sesepuh DKM se-Wilker Kediri. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa semangat pengabdian terhadap dunia pendidikan Islam tidak terhenti oleh masa jabatan.

Pertemuan yang berlangsung santai namun produktif ini menjadi sarana diskusi mendalam mengenai tantangan dunia pendidikan di tahun ajaran 2026/2027. Para peserta saling berbagi pengalaman serta membahas topik-topik krusial seperti implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, penguatan digitalisasi madrasah, hingga strategi jitu dalam meningkatkan animo peserta didik baru. Diskusi ini membuktikan bahwa pemikiran para dongkolan tetap relevan dan dibutuhkan dalam perkembangan madrasah saat ini.

Ketua Forum Dongkolan Kepala MTsN Wilker Kediri, Agung Wiyoto, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat krusial untuk menjaga kekompakan dan sinergi antar sesama DKM. Beliau berharap forum ini terus menjadi sumber inspirasi bagi para anggotanya.

“Di luar rutinitas setelah kita menjadi DKM, kita butuh ruang untuk temu kangen. Dari silaturahmi ini lahir ide-ide segar dan solusi bersama. MTsN itu kuat kalau kita solid,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Faiz, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas oleh para dongkolan ini. Beliau menilai bahwa jalur komunikasi informal seperti ini justru sering kali lebih efektif dalam menyamakan visi pimpinan. Selain itu, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat moderasi beragama serta memberikan dampak positif terhadap mutu layanan pendidikan di lingkungan madrasah wilayah Kediri.

Kegiatan yang ditutup dengan sesi ramah tamah ini akan dijadikan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan secara bergilir di setiap kabupaten dan kota di Wilker Kediri. Selaku Korlap DKM Kabupaten Kediri, Jamiluddin, menjelaskan bahwa silaturahmi ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala MTsN se-Kabupaten Kediri dengan harapan dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat. Melalui kekompakan ini, diharapkan seluruh elemen madrasah semakin inovatif dan mampu menjadikan silaturahmi sebagai pijakan untuk kemajuan bersama.(Humas)