
Kab. Kediri (MAN 3) – Siswi berprestasi dari MAN 3 Kediri sekaligus atlet nasional, Tahta Kalila Safa, sukses menembus babak final dalam ajang bergengsi Asian Modern Pentathlon Championship yang digelar di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Siswi kelas X-A tersebut berhasil bersaing ketat dengan atlet-atlet tangguh dari delapan negara, meliputi Indonesia, China Taipei, Singapura, Kazakhstan, Thailand, India, dan Kirgistan. Pencapaian ini menempatkan Tahta sebagai salah satu atlet muda yang patut diperhitungkan di kancah internasional pada kompetisi yang berlangsung sejak Senin (11/5) tersebut.

Keberhasilan Tahta masuk ke babak final disambut dengan rasa syukur oleh pihak keluarga. Ibunda Tahta, Ana, menyampaikan bahwa putrinya berhasil menempati posisi yang sangat kompetitif dalam proses seleksi menuju final. “Alhamdulillah, Tahta masuk final tadi nomor dua terbaik se-Indonesia. Perwakilan tiap negara diambil tiga besar. Saya yakin pencapaian Tahta sampai di titik ini juga berkat doa seluruh keluarga besar MAN 3 Kediri. Insyaallah doa dari ustadz dan ustadzah didengar Allah sehingga memudahkan perjuangan Tahta. Sekali lagi matur suwun sanget,” ungkap Ana saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, Tahta akan melakoni laga final pada hari ini, Kamis (14/5). Rangkaian pertandingan final dimulai pukul 12.30 WIB dengan disiplin anggar sebagai pembuka. Setelah itu, perjuangan akan berlanjut ke cabang obstacle, renang, serta ditutup dengan kombinasi lari dan menembak. Seluruh rangkaian cabang olahraga dalam Modern Pentathlon ini menuntut fisik yang prima serta fokus yang tinggi dari para atlet untuk meraih poin tertinggi.
Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh siswinya tersebut. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi antara talenta siswa serta dukungan lingkungan. “Alhamdulillah, murid kita ada yang menjadi atlet nasional dan mewakili negara Indonesia go international. Jelas ini merupakan prestasi yang luar biasa, tentunya berkat usaha yang tekun berlatih serta dukungan dan doa dari kedua orang tua,” ujar Jamiluddin dengan penuh bangga.
Meski telah memberikan performa terbaiknya di babak final hari ini, Tahta harus puas berada di jajaran elit atlet nasional tanpa naik ke podium utama. Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Tahta telah berjuang maksimal di lintasan kompetisi tingkat Asia tersebut. “Untuk final hari ini, Tahta belum bisa mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi. Tapi Alhamdulillah, Tahta berada di posisi ke-3 terbaik Indonesia dalam ajang ini,” jelas Ana memberikan informasi terkini mengenai hasil pertandingan.
Saat ini, pihak madrasah dan keluarga tengah menunggu konfirmasi resmi terkait kelanjutan langkah Tahta menuju kejuaraan berikutnya di Dubai. Fokus utama saat ini adalah memastikan apakah kuota untuk melaju ke Dubai diambil dari dua atau tiga atlet terbaik. Terlepas dari hasil akhir nanti, keberhasilan Tahta bersaing di level Asia telah memberikan motivasi besar bagi seluruh civitas akademika MAN 3 Kediri untuk terus mencetak generasi berprestasi di bidang non-akademik.(Humas)