
Kab.Kediri (MAN 3) – Perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 3 Kediri, yang dipimpin langsung oleh Ketua DWP Ny. Chisna Barorin, Fatati Nuriana dan Eko Sri Astutik, menghadiri acara Halal Bihalal sekaligus Peringatan Hari Kartini yang digelar DWP Kemenag Kabupaten Kediri, Jumat (17/4). Bertempat di Aula belakang Kemenag Kabupaten Kediri, acara ini berlangsung semarak dengan nuansa tradisional di mana seluruh peserta tampil anggun mengenakan busana kebaya. Rangkaian kegiatan dimulai dengan tertib melalui registrasi scan barcode, pra acara diisi solawatan dilanjutkan dengan pembukaan formal, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Dharma Wanita, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Ketua DWP Kemenag Kabupaten Kediri, Ny. Nur Yayuk Faridah Achmad Faiz, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pilar keluarga dan negara. Beliau mengapresiasi integrasi kegiatan sosial budaya dan pendidikan dalam satu forum tersebut.

“Kegiatan halal Bihalal ini termasuk kegiatan sosbud sedangkan peringatan hari Kartini termasuk bidang pendidikan. Kita sebagai perempuan adalah pendorong kinerja suami, maka kita harus terus memberi dorongan dan motivasi. Perempuan adalah tiang negara; kalau tiangnya keropos, bagaimana? Tiang harus kuat dan kokoh dengan doa-doa yang baik. Kuat doa, kuat sabar, kuat memaafkan, dan kuat menerima takdir dari Allah,” ujar Ny. Nur Yayuk memotivasi para anggota.

Suasana khidmat berlanjut saat memasuki sesi ceramah agama yang disampaikan oleh Nyai Hj. Maftuhah Mustiqowati dengan tema “Perempuan dan Ekoteologi, Menjaga Bumi Sebagai Amanah Ilahi”. Dalam paparannya, beliau menggarisbawahi bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari iman.

“Allah menciptakan manusia, termasuk perempuan, sebagai penjaga bumi. Menjaga lingkungan bukan sekadar isu sosial, melainkan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan urgensi isu perubahan iklim, sampah plastik, dan krisis air bersih yang harus dijawab dengan peran perempuan sebagai pendidik keluarga dan agen perubahan sosial.
Lebih lanjut, Nyai Hj. Maftuhah merincikan lima aspek penerapan ekoteologi yang bisa dimulai dari lingkup rumah tangga, yakni menjaga kebersihan sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah yang bijak, menjaga keanekaragaman hayati, serta konservasi air dan energi. Materi ini diharapkan mampu mendorong anggota DWP, termasuk dari MAN 3 Kediri, untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan hidup sebagai perwujudan tanggung jawab manusia terhadap alam semesta yang telah diamanahkan oleh Sang Pencipta.
Acara ditutup dengan penuh keceriaan melalui pengumuman penghargaan busana kebaya terbaik, tersyar’i, dan terfavorit, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi musyafakah (bersalam-salaman). Keunikan terjadi saat pembagian “sangu lebaran”, di mana uang kertas diletakkan di dalam plastik yang diikat tali rafia. Para peserta dipersilakan mengambil secara acak dengan nominal mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000 sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi kebahagiaan di hari yang fitri tersebut.(Humas)