info@man3kediri.sch.id

Kupas Tuntas Kitab Kuning dan Zakat, MAN 3 Kediri Tutup Pondok Ramadhan

Kupas Tuntas Kitab Kuning dan Zakat, MAN 3 Kediri Tutup Pondok Ramadhan

Kab. Kediri (MAN 3) – Memasuki hari keempat sekaligus penutup rangkaian Pondok Ramadhan pada Kamis (12/3), aura religius menyelimuti MAN 3 Kediri. Seluruh siswa kelas X dan XI tampak antusias mengikuti kegiatan yang dipusatkan di dua titik strategis demi menjaga kekondusifan belajar: Masjid Al-Hidayah untuk siswa putra dan Aula Bawah bagi siswi putri. Ritual pagi dimulai dengan penuh khidmat melalui shalat dhuha berjamaah, pembacaan surah Yasin, serta penyampaian kultum yang menyentuh kalbu.

Dalam tausiyah penutupnya, Kepala MAN 3 Kediri, Drs. H. Jamiluddin, M.Pd.I., memberikan bekal berharga bagi para siswa dalam menyongsong hari kemenangan. Beliau menekankan pentingnya menjaga esensi Idul Fitri dengan cara yang santun dan bertanggung jawab. “Agar perayaan Idul Fitri terasa nyaman dan aman, bukalah pintu rezeki dengan menunaikan zakat, perkuat silaturahmi, tetap makan bersama keluarga, serta wajib konsekuen dengan ikrar tidak bermain petasan,” tegas Jamiluddin dalam pesan langsungnya.

Agenda inti kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab kuning yang terbagi dalam dua sesi mendalam. Di kelompok putra, Ustadz Muhammad Zamroji dan Ustadz Moh. Hudlori mengupas tuntas sunnah-sunnah hingga hal yang membatalkan shalat. Sementara itu, kelompok putri mendapatkan bimbingan intensif mengenai fiqih wanita, termasuk pembahasan Kitab Risalatul Mahid halaman 19-24 bersama Ustadzah Siti Mariatul Qibtiyah dan Ustadz Abdur Rosyad, guna memberikan pemahaman praktis terkait haid dan nifas.

Tak hanya siswa, para guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa PPL UIN Maliki pun turut menghidupkan suasana dengan tadarus Al-Qur’an di Aula Atas. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai aksi nyata kepedulian sosial melalui pengumpulan zakat fitrah bagi siswa yang belum menyetorkannya. Melalui perpaduan kajian literasi klasik dan aksi sosial ini, MAN 3 Kediri berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius yang kokoh.(Humas)