
Kab. Kediri (MAN 3) – Memasuki hari ketiga Pondok Ramadhan pada Rabu (11/3), antusiasme terpancar dari semua siswa kelas X dan XI MAN 3 Kediri yang mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan. Agar suasana belajar lebih kondusif, kegiatan dipisah menjadi dua lokasi utama: Aula Bawah untuk siswi putri dan Masjid Al-Hidayah bagi siswa putra. Mengawali hari dengan penuh berkah, seluruh peserta menjalani tradisi religius madrasah yang meliputi shalat dhuha berjamaah, membaca surah Yasin , serta penyampaian kultum yang inspiratif.

Suasana semakin hidup saat Ustadz Hulil menyampaikan kultum yang interaktif. Tak sekadar ceramah satu arah, beliau membuka sesi tanya jawab seputar hukum puasa yang memicu persaingan sehat antar siswa. Bagi mereka yang berhasil menjawab dengan tepat, sebuah reward langsung diberikan sebagai bentuk apresiasi. Di tengah sesi tersebut, Ustadz Hulil memotivasi para siswa dengan berpesan, “Puasa bukan sekadar menahan lapar, maka manfaatkan momen ini untuk mengasah pemahaman agama agar ibadah kita memiliki landasan ilmu yang kuat.”

Agenda berlanjut ke inti kegiatan, yakni kajian kitab kuning yang fokus pada fiqih praktis dalam dua sesi mendalam. Pada sesi pertama, siswa putra membedah tata cara shalat bersama Ustadz Ahmad Izzudin, sementara siswi putri mendalami materi tayamum di bawah bimbingan Ustadz Muhammad Zamroji. Memasuki sesi kedua, pembahasan beralih ke rukun shalat bagi putra oleh Ustadz Muchammad Nur Al-Mahadi, sedangkan siswi putri melakukan pendalaman Kitab Risalatul Mahid halaman 14-18 bersama Ustadzah Rahma Maulida.
Di sisi lain, gema tadarus Al-Qur’an turut membubung di aula atas, yang dilakukan oleh Bapak/Ibu Guru, Tenaga Kependidikan, serta mahasiswa PPL UIN Maliki yang sedang tidak bertugas mendampingi materi. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk pengumpulan zakat fitrah bagi siswa kelas X sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Melalui kombinasi kajian literasi kitab kuning dan aksi sosial ini, MAN 3 Kediri berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius yang kokoh.(Humas)