
Kab. Kediri (MAN 3) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kurikulum yang inovatif. Wakil Kepala Bidang Akademik, Dr. Muh. Nurul Mukhlishin, M.Pd.I., menghadiri secara langsung Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Wilayah Tengah. Acara penting ini diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam di Surabaya.

Sosialisasi ini berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari hari Rabu hingga Jum’at, tanggal 22 sampai 24 Oktober 2025. Kegiatan tersebut fokus pada pengenalan dan pendalaman konsep kurikulum yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik semata, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter mulia dalam seluruh aspek pembelajaran di madrasah.

Dr. Muh. Nurul Mukhlishin menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan MAN 3 Kediri dalam acara ini adalah respons aktif terhadap kebutuhan zaman. “Pendidikan saat ini harus lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Kami menyambut baik inisiasi KSKK Madrasah ini karena Kurikulum Berbasis Cinta menjamin bahwa peserta didik tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki hati yang peka dan spiritualitas yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, filosofi ‘cinta’ dalam kurikulum merupakan fondasi penting untuk menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan suportif. Konsep ini menekankan pada pendekatan pengajaran yang humanis dan mendorong guru untuk mengajar dengan hati, sehingga siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar. Hal ini sejalan dengan visi MAN 3 Kediri.
“Kami akan segera mensosialisasikan dan mengimplementasikan poin-poin penting yang didapat dari Surabaya ini. Prinsipnya, kami ingin guru-guru di MAN 3 Kediri mengajar dengan penuh cinta, karena hanya dengan cinta, pesan-pesan moral dan ilmu pengetahuan dapat tertanam kuat dan abadi dalam diri siswa. Ini adalah langkah strategis kami untuk memastikan kualitas pendidikan,” tambah Muh. Nurul Mukhlishin dengan antusias.
Diharapkan, dengan partisipasi aktif dalam sosialisasi ini, MAN 3 Kediri dapat menjadi pioneer di wilayahnya dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, menjadikannya model madrasah yang sukses mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara harmonis.(Humas)