
Kab. Kediri (MAN 3) — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Irjen Kemenag RI) Wilayah II mengunjungi MAN 3 Kediri hari ini,Rabu (8/6). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi langsung terhadap implementasi program madrasah inklusif di MAN 3 Kediri. Tim evaluasi berjumlah empat orang yang terdiri dari pengendali teknis Mahmudah, ketua tim Mudrik Zamzami, serta dua anggota, Jamiluddin Ali dan Rahmi.

Kunjungan yang berlangsung dari pukul 09.30 WIB hingga 15.30 WIB ini berfokus pada penilaian penerapan program inklusif. Tim Irjen Kemenag Wilayah II mengidentifikasi bagaimana pelaksanaannya di lapangan, sejauh mana dukungan guru, dan bagaimana tata kelola madrasah inklusif berjalan. Selain itu, mereka juga mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada untuk selanjutnya memberikan saran dan perbaikan kepada madrasah, Kantor Wilayah Provinsi, maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis).

Evaluasi ini merupakan bagian dari upaya Irjen Kemenag RI dalam mengawal program-program yang dicanangkan oleh Dirjen Pendis. Wilayah evaluasi yang ditangani oleh Inspektorat Wilayah II ini meliputi Provinsi Jawa Timur. Kunjungan ke MAN 3 Kediri menjadi agenda terakhir dari rangkaian kunjungan di lima wilayah, yaitu Ngawi, Kediri, Bengkulu, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Pelaksanaan tugas tim ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 15 Agustus 2025.

Madrasah inklusif yang dievaluasi di MAN 3 Kediri memiliki fokus pada siswa dengan kecerdasan istimewa, mengingat tidak adanya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Kami siap menerima evaluasi dan arahan dari tim Irjen. Kami persilakan tim Irjen untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” Ujar Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin.

Di tengah kunjungan tersebut, tampak pula Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Kabupaten Kediri, Tantowi Jauhari yang sedang memonitoring Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Beliau turut menyapa dan berinteraksi langsung dengan tim Irjen Kemenag RI, menunjukkan sinergi antarunit dalam lingkup Kementerian Agama.(ESA/AF)