info@man3kediri.sch.id

Kajian Keagamaan Wali Murid Kelas X MAN 3 Kediri, Gus Imam: Keutamaan dan Hukum Salam

Kajian Keagamaan Wali Murid Kelas X MAN 3 Kediri, Gus Imam: Keutamaan dan Hukum Salam

Kab. Kediri (MAN 3) – Kajian Keagamaan Wali Murid Kelas X MAN 3 Kediri, Sabtu (8/2), Gus Imam panggilan akrab K.H. Imam Baihaqi, Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Kebondalem Kandangan Kabupaten Kediri, menyampaikan Keutamaan dan Hukum Salam.

Gus Imam menjelaskan bahwa salam adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

“Salam merupakan bentuk penghormatan dan doa yang baik bagi sesama. Di dalamnya terkandung doa keselamatan dan keberkahan bagi orang yang diberi salam,” ujar Gus Imam.

Selama kajian, Gus Imam juga mengupas tuntas tentang hukum salam. Menurutnya, memberikan salam merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik kepada sesama Muslim maupun non-Muslim.

“Salam adalah tanda kedamaian. Tidak hanya sebagai tradisi, tetapi memiliki nilai doa yang tinggi,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa salam memiliki keutamaan yang sangat besar, salah satunya adalah sebagai pembuka rezeki dan menghilangkan keburukan.

Kajian ini disambut antusias oleh para wali murid yang hadir. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk memperdalam pemahaman keagamaan, terutama mengenai pentingnya salam dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Gus Imam juga mengajak para wali murid untuk senantiasa mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anak mereka, salah satunya dengan memberikan contoh yang baik dalam setiap ucapan dan perbuatan, termasuk memberi salam.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Imam, berharap semoga kajian ini memberikan manfaat dan menambah keberkahan dalam kehidupan setiap keluarga yang hadir.

Kepala MAN 3 Kediri, Jamiluddin berharap agar kajian keagamaan bersama wali murid bermanfaat dsn dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mempererat hubungan antara wali murid, madrasah, dan masyarakat.

“Semoga kajian ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga bisa membawa dampak positif dalam kehidupan kita. Selain itu, dapat mempererat hubungan antara pihak madrasah, wali murid, dan masyarakat, sehingga tercipta kerjasama yang baik dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia,” pungkas Jamiluddin (EW)