Kab. Kediri (MAN 3) – Guru  MAN 3 Kediri menyambut positif Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Hal itu disampaikan di sela Bimbingan Teknis (Bimtek) IKM dengan pemateri tim SMA Pawyatan Daha Kediri. Bimtek bertempat di aula atas madrasah jalan Jombang Kandangan Kabupaten Kediri, Jumat-Sabtu (5-6/8).

Guru Fisika Ifa Hidayah bependapat, kurikulum merdeka sangat sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, dimana siswa dan guru dituntut kreatif, inovatif, saling berkolaborasi dalam memecahkan permasalahan yang ada.  Sehingga, dengan merdeka belajar dan  mengajar, siswa bersama guru dapat melakukan pembelajaran yang bermakna, hingga akhirnya mampu mengahadapi tantangan masa depan.

“Selain itu, dengan menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat menumbuhkan karakter-karakter yang positif dan bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuh Ifa.

Menurut Guru Sejarah Kebudayaan Islam Khairul Juhdi, IKM adaptif dan akomodatif dan sangat baik untuk diterapkan  di MAN 3 Kediri.

“Dengan adanya IKM ini siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan iptek dengan memanfaatkan potensi dirinya untuk menghadapi tantangan zaman sekarang ini,” terangnya.

Guru Pendidikan Pancasila Ita Rutiningrum mengemukakan, Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberi fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk membuat kurikulum operasional satuan pendidikan yang kontekstual, agar pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

Implementasinya adalah dengan menerapkan kurikulum dalam bentuk pembelajaran yang melibatkan interaksi siswa dengan guru dalam konteks lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar kelas.

“Jadi, tujuan IKM adalah untuk menciptakan pendidikan yang lebih menyenangkan bagi peserta didik dan guru,” jelas Ita.

Hal senada disampaikan Guru Bahasa Inggris Eti Kusuma Dewi. Menurutnya, IKM luar biasa, peserta didik dtuntut lebih kreatif, mandiri, aktif dan berpikir kritis. Guru hanya sebagai fasilitator saja. Selain nilai kompetensi ada nilai projek. Peserta didik di fase F atau kelas XI dan XII bisa memilih mata pelajaran (mapel) yang dminati saja, tidak harus belajar semua mapel seperti di Fase E atau kelas X. Materi tiap mapel juga disesuaikan dengan kondisi siswa dan diserahkan madrasah.

“Jadi, guru diharapkan sering diskusi lewat MGMP untuk menentukan materi apa saja yang akan disampaikan setiap semester,” ungkap Eti.

Guru Matematika Eko Sri Astutik merasa mendapatkan pencerahan setelah mengikuti bimtek dan tertarik untuk mengaplikasikan IKM.

“Sebagai guru harus kreatif, selalu meng-update info terkini dan rajin membaca materi untuk pembelajaran projek di kurikulum merdeka ini,” jelasnya.

Kepala MAN 3 Kediri, Moh. Maksun melalui Waka Humas Eko Wahyudin menuturkan, IKM akan semakin mempercepat pemulihan pendidikan nasional  pascapandemi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah siap dengan IKM dan berharap minat belajar para siswa semakin tinggi sehingga kualitas pendidikan di madrasah kita turut meningkat,” pungkasnya. (EW)