Kab. Kediri (MAN 3) – Aparatur Sipil Negara (ASN),  Guru maupun Tenaga Kependidikan MAN 3 Kediri mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara daring yang  dilaksanakan secara terpusat di Lapangan Pancasila Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/6).

Dalam upacara itu, Presiden Jokowi bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Upacara Kolonel Inf Tunjung Setyabudi, Komandan Brigade Infanteri/21 Komodo, Kodam Udayana. Pembaca Naskah Pancasila adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo sedangkan Wakil Ketua DPR Lodewijk Frederick Pembaca Naskah UUD 1945. Pembaca Doa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Dalam upacara tersebut, Presiden Jokowi mengenakan baju adat Ende, yakni Ragi Lambu Luka Lesu. Ibu Iriana Jokowi pun tampak mengenakan kain motif tradisional Ende berwarna ungu tua. Mengenakan pakaian adat khas NTT dengan kombinasi motif kain warna merah dan hitam, Presiden Jokowi menyampaikan isi amanatnya kepada semua peserta upacara.

Waka Humas MAN 3 Kediri, Eko Wahyudin merangkum upacara tersebut dari siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden https://www.youtube.com/watch?v=_ukmzs-PSfE.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Ende merupakan kota bersejarah karena di kota tersebut Soekarno, Presiden pertama RI, merenungkan dan merumuskan Pancasila. Kemudian, disahkan oleh PPKI sebagai dasar negara dan mewariskan Pancasila bagi bangsa dan negara.

“Dari Kota Ende saya mengajak seluruh anak bangsa di mana pun berada untuk bersama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya mempersatukan semua lapisan masyarakat, tetapi juga menjadi penuntun untuk menghadapi tantangan dan ujian dalam kehidupan sehari-hari.Sudah terbukti kalau bangsa Indonesia dapat berdiri dengan kokoh seperti saat ini karena seluruh masyarakat setuju untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan negara.

Indonesia yang memegang mandat sebagai Presidensi G20, mengajak semua negara di dunia untuk turut serta bergotong royong menciptakan umat manusia yang lebih baik.Lebih baik dalam aspek membangun sistem kesehatan global yang mampu menghadapi krisis di masa depan. Tata kelolanya diharapkan juga lebih sehat, lebih damai, dan lebih berperikemanusiaan dan berperikeadilan.

Gotong royong semua negara tersebut diharapkan bisa segera terlaksana karena krisis yang terjadi di dunia semakin kompleks.Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, krisis energi dan pangan, ancaman kemiskinan ekstrem, kelaparan, perang di Ukraina adalah sedikit dari krisis yang sedang terjadi di dunia.

“Mari bapak, ibu dan saudara-saudara para pemimpin dari segala kalangan dan masyarakat Indonesia bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya. (EW)