Kab. Kediri (MAN 3) – Menjadi juara 2 Anugerah GTK Berprestasi Nasional 2021, Ifa Hidayah Guru Fisika MAN 3 Kediri membeberkan rahasianya kepada Waka Humas Eko Wahyudin, Jumat (3/12) di madrasah jalan Jombang Kandangan.

Sebagaimana kita ketahui, pengumuman kemenangan Ifa dilaksanakan pada Puncak Hari Guru Nasional (HGN) Kementerian Agama Republik Indonesia yang dikemas dalam acara Malam Anugerah GTK Berprestasi Nasional 2021, Selasa (30/11).

Ifa mengungkapkan, pada awal masa pandemi Covid 19, ketika dunia pendidikan seolah tidak berdaya untuk tetap bertahan dan adanya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah, maka saya sebagai guru merasa tidak bisa mentransfer ilmu dengan maksimal.

Saat itulah saya berfikir bagaimana supaya maksimal dalam menyampaikan ilmu dengan baik. Berawal dari ide untuk membuat video pembalajaran yang menarik, langkah pertama yang saya lakukan adalah belajar dari anak dan mempelajari beberapa tutorial di youtube. Saat itu ada dua video pembelajaran yang saya kirim ke grup WA MGMP Fisika MA Provinsi Jawa Timur dengan harapan video tersebut bisa bermanfaat bagi teman-teman guru Fisika yang lain di Provinsi Jawa Timur.

Para guru merasa terbantu dengan video pembelajaran yang saya buat dan pengurus MGMP Fisika MA Jawa Timur sangat mengapresiasi. Akhirnya MGMP Fisika MA Jawa Timur mengadakan webdiklat Kreasi Media Video Pembelajaran dan saya salah satu narasumbernya.

“Dengan kepercayaan yang diberikan membuat saya termotivasi untuk terus belajar dan berkarya,” jelasnya.

Hasil karya video pembelajaran tersebut saya upload di youtube karena media tersebut merupakan media sosial yang saat ini sedang digemari oleh semua orang. Siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan secara audio visual daripada membaca secara tekstual.

Video-video pembelajaran yang saya buat sangat bermanfaat dalam pembelajaran daring dan akan tetap digunakan meskipun pada era new normal dengan menerapkan fliped classroom (kelas terbalik) yaitu siswa mempelajari dahulu materi dari video pembelajaran di rumah kemudian mendiskusikannya di kelas dan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.

“Selain itu, dengan meng-upload di youtube maka akan terekam jejak digital secara realtime dan valid,” imbuh Ifa.

Selama pandemi ada 61 video yang sudah saya buat dan dimanfaatkan khususnya oleh siswa-siswa MAN 3 Kediri dan umumnya untuk semua orang. Hasil karya ini tentu saya buat dengan fokus dan penuh ketelatenan dan keseriusan mulai dari memahami konsep, membuat materi pada PPT atau media lain seperti powtoon, animaker dan lainnya.

“Proses rekam layar, rekam suara, editing video sampai proses ekspor dan rendering video hingga upload ke youtube,” pungkas Ifa yang juga Fasilitator Provinsi (Fasprov) dan Youtuber dengan tautatan kanal youtube-nya https://www.youtube.com/channel/UC3bIkmWhd_-cnOT98Yaaptw. (Eko W)