Kab. Kediri (MAN 3) – Insunarni Ratna Puspitasari, Sri Purnomoningsih dan Fatati Nuriana Guru MAN 3 Kediri mengikuti  Edukasi Literasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi  Wilayah Kerja (Wilker) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri di Resto Keboen Rodjo Semampir Kota Kediri, Kamis (11/11).

Acara tersebut diikuti sebanyak 35 guru MGMP MA, SMA Kabupaten dan Kota Kediri plus  Nganjuk. Agenda kegiatan meliputi Mengenal Lebih Dekat Fintech Peer to Peer Lending oleh Kepala Bagian Perizinan Financial Technology Pusat, Riadi Zulfan dan Perencanaan Keuangan  bersama Pemateri Kepala Sub Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Kediri, Wurin.

Pengetahuan mengenai Fintech yang dikenal oleh masyarakat sebagai pinjaman online (pinjol), dalam hal ini masyarakat agar berhati-hati terhadap pinjol yang ilegal yang sangat merugikan. Sedangkan yang legal punya izin dan diawasi oleh OJK. Tetapi, tetap saja dalam mengambil pinjaman uang harus hati-hati, agar kondisi keuangan tetap sehat.

“Jika ada permasalahan di pinjol legal, adukan saja ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan OJK, Satgas Waspada Investasi,” tandas Riadi.

Terkait dengan perencanaan keuangan, Pemateri Wurin di antaranya menyampaikan, resep perencanaan keuangan yakni 10 %, biaya sosial, zakat, infak, sedekah, kondangan dan lain-lain, 20%, tabungan, investasi, proteksi, 30%, cicilan utang dan 40%, biaya rumah tangga.

Menurut 3 Guru Ekonomi MAN 3 Kediri, pemateri dan penyelenggaraan acara tersebut sangat bangus karena para peserta diberi kiat-kiat memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik dan terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.

 “ Acara ini menambah wawasan mengenai literasi keuangan, khususnya pinjol,” ungkap IInsunarni Ratna Puspitasari yang diamini Sri Purnomoningsih dan Fatati Nuriana. (Eko W)