MAN 3 Kediri Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah, Gus Imam :  Etika Menyambut Sholat Maghrib dan Isya

Kab. Kediri (MAN 3) – MAN 3 Kediri Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah bareng Gus Imam panggilan akrab K.H. Imam Baihaqi, Pengasuh pondok pesantren Ma’hadut Tholabah Kebondalem Kandangan. Bertempat di ruang guru madrasah jalan Jombang Kasreman Kandangan, Jumat (10/1) Gus Imam  menyampaiakan Etika Menyambut Sholat Maghrib dan Isya. Ngaji dengan menggunakan bahasa Jawa krama inggil tersebut dialihbahasakan oleh Waka Humas Eko Wahyudin.  Berikut ini rangkumannya.

Ketika matahari mulai menguning, bersegeralah kembali ke masjid sebelum matahari terbenam. Sibukkanlah dirimu dengan bacaan tasbih dan istighfar, sesungguhnya keutamaan waktu ini sama dengan waktu sebelum matahari terbit.

Allah SWT berfirman “Dan bertasbihkan dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam”.

Bacalah sebelum matahari terbenam empat surah Al-Qur’an yaitu: Wassyamsi Wa Dhuhaaha; Wallaili Idzaa Yaghsyaa; Qul Audzu Birabbil Falaq; dan Qul Auudzu Birabbinnaas.

Hendaknya ketika matahari terbenam, dirimu dalam keadaan membaca istighfar. Ketika kamu dengar Adzan berkumandang maka jawablah. Bacalah setelahnya do’a ini :

اللهم هذا إقبال ليلك ، وإدبار نهارك ، وأصوات دعاتك فاغفر لي

Lalu sholatlah Magrib berjamaah. Lalu sholatlah sesudahnya dua rakaat sunnah sebelum kamu berbicara apapun, itulah rawatib Maghrib. Apabila kamu mau menambahkan sholat empat rakaat setelah rawatib Maghrib yang kamu panjangkan, maka itu juga termasuk sunnah.

Apabila memungkinkanmu untuk niat I’tikaf sampai Isya dan kamu hidupkan antara Maghrib dan Isya dengan Sholat sunah, maka itu sebuah kebaikan untukmu. Banyak riwayat yang tak terhingga tentang keutamaan sholat antara Maghrib dan Isya, itulah sholat Nasyiatul-Lail (Pembangun Malam), karena itu awal munculnya malam, itu juga disebut Sholat Awwabiin. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw ditanyai tentang firman Allah SWT (artinya) “Lambung mereka jauh dari tempat tidur dan mereka selalu berdo’a kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut” (Al-Sajdah:16), beliau menjelaskan “Itulah sholat antara dua Isya’” (riwayat Abu Dawud dll). Itulah sholat bersamaan dengan waktu berinjaknya siang.

Ketika datang waktu Isya, setelah adzan dikumandangkan maka lakukan sholat rawatib qabliyah empat rakaat untuk mengisi antara adzan dan iqamah. Sesungguhnya di antara adzan dan iqamah adalah waktu yang mulia.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan “Sesungguhnya doa antara adzan dan iqamah, tidak akan ditolak”.

Setelah kamu mendirikan sholat Isya’ berjamaah, maka sholatlah sesudahnya 2 rakaat rawatib. Bacalah di dalamnya Alif Lam Mim Sajadah, Tabarakal Mulk, Yassin dan al-Dukhan. Itu juga termasuh sunnah.

Setelah itu kamu juga bisa melakukan sholat sunnah empat rakaat. Dalam hadist diriwayatkan betapa besar keutamaan sholat ini (Bukhari, Muslim dll.)

Setelah itu lakukan sholat witir tiga rakaat dengan dua salam atau satu kali salam.

Rasulullah Saw diriwayatkan membaca Sabbihisma rabbika al-a’la, qul yaa ayyuhal kaafiruun dan muawwidzatain. Kalau kamu berencana akan sholat malam maka akhirkan witirmu sehingga ia menjadi akhir sholatmu.

“Setelah itu sibukkan dirimu dengan mendalami ilmu, membaca kitab. Jangan kamu sibukkan dirimu dengan hura-hura dan main, sehingga akhir kegiatanmu sebelum tidur adalah kegiatan yang bermanfaat. Sesungguhnya amal itu dilihat pada aktivitas-aktivitas yang paling akhir,” pungkas Gus Imam. (OK)

Respond For " MAN 3 Kediri Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah, Gus Imam :  Etika Menyambut Sholat Maghrib dan Isya "